kotak tanpa warna

pernahkah kau merasa ada pada titik yang membuatmu terdiam dalam gejolak hati yang tak mampu kau bungkam? berada dalam keadaan di…

Aku

akulah buku, yang telah menyerahkan setiap lembarnya untuk kau gores dengan tinta yang kau punya. sebagai apa kau kuingat, tergan…

Kembar Siam

Cinta. Luka. Dua hal berbeda namun begitu akrab bersandingan. Lahir bersama. Mereka kembar siam. Setidaknya itu menurutku. Bagaim…

Mengoyak Luka

Kembali ke kota itu Bak berdiri di hamparan tanah tanpa melihat apa apa. Hanya ada karbondioksida yang tersisa Hujan es tiba tiba…

Pengakuan

(jelang kepergian) Aku lebih sering terbangun dalam pejam secara diam-diam. Meneteskan air mata sebab akulah si lemah yang tak pe…

Cambuk Rindu

Saat  seperti ini Aku tidak tahu harus bicara pada siapa. Kepadamu? Itu tentu hanya akan mencipta luka baru di dadamu. Kepadaku? …

Sajak Haiku

HAIKU. Pertama aku dengar kata itu, dalam hati aku langsung berucap "wah ini pasti tentang jepang". Dan benar sekali, h…

Kepergianku

Tentang masa lalu, ia tak lebih dari rasa yang telah dirupakan menjadi sampah. Maka berhentilah mengaisnya. Itu hanya akan mencip…

Ayah

Ayah seberapapun yang aku lakukan untukmu takkan pernah aku ingin mengeluh sekalipun ragaku tak henti merasakan lelah setiap wakt…

Aku yang melupa

Kala itu, dua belas Desember dua ribu sepuluh. Tepat tiga tahun yang lalu, kau menancapkan panah cintamu di sini, tepat di hatiku…