Sosok di Balik Pintu
Pukul tujuh malam di koridor lantai dua.
"Mama atau nenek ya?. Tapi itu kan bukan kamar mereka".
Liandra, anak perempuan berumur 8 tahun itu melangkah ragu. Mondar-mandir di depan pintu. Menundukkan kepala. Berhenti. Menopang dagu. Melangkah lagi. Berhenti lagi. Menopang dagu lagi. Terus begitu.
"Liandra, ada apa?".
Perempuan mengenakan mini dress dan menggenggam sebilah pisau tiba-tiba muncul di depan pintu."Tidak ma. Aku seperti mendengar sura dari situ".
"Emm, seperti suara nenek waktu seumuran Mama. Tapi..". Liandra gemetar menunjuk pintu.
"Sudahlah. Ayo kita ke meja makan. Sudah waktunya makan malam". Mama menuntun liandra turun sambil sedikit berteriak ke arah pintu.
"Kak, lekas ganti pakaianmu. Sudah waktunya makan malam, sayang".
***
Di balik pintu.
"Aku tidak ingin memakai kemeja ini lagi. Aku bukan Papa, Ma".Viona terpaku.

0 Response to "Sosok di Balik Pintu"
Post a Comment