Aku yang melupa

Kala itu, dua belas Desember dua ribu sepuluh.
Tepat tiga tahun yang lalu,
kau menancapkan panah cintamu
di sini, tepat di hatiku.

Wajah lugumu kala itu
membuatku tak pernah ingin berhenti;
Menghadirkanmu di setiap inci ingatanku.
Aku memandangmu,
memandang semua keindahanmu ;
Pada tajam tatap matamu, pada wajah lugumu,
dan pada senyum sipumu.

Semakin kau tersipu,
semakin tak ingin aku berhenti; Memandangmu.
Aku begitu bahagia melihat senyummu kala itu.

Kini, dua belas Desember dua ribu tiga belas.
Begitu banyak yang sudah kita lewati bersama.
Bahagia, duka, kecewa dan merana.
Tertawa dan menangis bersama

Maaf, maafkan aku yang telah merubah senyum sipu itu
menjadi sebuah luka yang merupa awan hitam,
membawa bulir air yang kemudian jatuh pada mata indahmu
Maaf, maaf aku pernah menanam luka di hatimu.

Terhitung hari ini, aku tidak akan pernah memintamu melupakannya
Terhitung malam ini, aku yang akan belajar menjadi lupa.
Agar aku bisa mengembalikan senyum sipu indah,
dari bibirmu seperti kala itu.

0 Response to "Aku yang melupa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...