Aku Rindu. Tapi Aku Malu. Dan Aku Mau

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu pada sudut bibirmu yang begitu indah merekahkan senyum.

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu pada tajam tatap kedua mata elangmu.

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu pada dada bidangmu yang akan menelan tubuhku hidup-hidup.

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu pada sepasang tanganmu yang siap menangkap dan membelai helai demi helai di kepalaku.

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu pada bibirmu yang selalu sajikan hangat pada dahi yang tak seberapa indah di tubuh ini.

Aku rindu. Tapi aku malu. Malu karena aku mau. Aku mau lebih lama menikmati rekah sudut bibirmu. Aku mau lebih lama terbunuh tajam tatap matamu. Aku mau terkubur dalam dada bidangmu. Dan aku mau, lelap dalam belai dan hangat kecupmu meski takkan pernah lagi terbangun. Iya. Aku rindu. Dan aku malu pada yang kumau. Memelukmu.

0 Response to "Aku Rindu. Tapi Aku Malu. Dan Aku Mau"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...