Kabut di Mataku


Musim telah berganti
Di mataku yang langit
Awan telah berubah hitam
Menampung titik-titik air yang kelak kan menjadi hujan

Angin gemerisikkan dedaunan
Mengalunkan dahan kesana-kemari
Menari
Rayakan guguran daun kering
 
Harusnya langit telah turunkan hujan
Harusnya kabut tak lagi betah sesakkan dada
Harusnya mataku telah bening melihat sekitar
Harusnya

Namun langit tetap saja gelap
Awan hitam tetap kukuh tak teteskan hujan
Langit tetap kelabu
Dan kabut terlalu kukuh halangi mataku

0 Response to "Kabut di Mataku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...