9 #kuncen #CoffeeBar dan Pemilik tetap Cinta(ku)

Kak Na, Umi Yani, Winny zombie, Tante Mel, Vitri, Mas Kopicup, Bayu, Widi, dan yang terakhir Dika. Kalian 9 orang dari miliyaran manusia di bumi ini yang kukenal dan masuk ke dalam hatiku tanpa pernah kurencanakan sebelumnya. Aku tidak tahu harus meyebut kalian sebagai apa. Sahabat, Teman, Keluarga, mungkin semuanya. Kita memang belum pernah bertemu, tapi entah kenapa rasanya kalian nyata di hatiku, atau mungkin ini hanya perasaanku saja? entah lah. Kuharap kalian juga merasakan hal yang sama.

Kak Na,
Terima kasih telah menjadi followers pertamaku, aku senang sekali saat itu kak--di follow akun besar sepertimu. Aku suka sajak-sajakmu, itu alasanku ingin mengenalmu waktu itu. Kau wanita hebat kak, mampu menyembunyikan sedihmu di balik kekuatanmu. Benar yang umi yani katakan, kau memang berbeda kak, kau hadir kenalkan hujan yang berbeda, hujan yang penuh dengan tawa tanpa air mata. Kau juga mengajarkan aku satu hal yang besar kak, mengajarkan aku cara menghargai sajak dan penulisnya. Awalnya, aku tidak pernah tau, bahwa mengutip sajak tanpa mencantumkan penulisnya itu menyakitkan. Aku tidak pernah bermaksud mengakui itu sebagai karyaku, aku hanya suka dan merasa, rasa yang kubaca dalam sajak itu sama dengan yang ada dalam hatiku, hanya saja aku tidak tau cara menghargainya. Dan maaf kak Na, jika tanpa sadar, aku pernah mengutip sajakmu di akunku yang lainnya dulu. Tapi rasanya itu tidak pernah kulakukan kak dan itu dapat kupastikan.

Umi Yani,
Ada dalam tulisanmu itu sesuatu yang membahagiakanku Umi. Bagaimana tidak, ini kali pertama aku diberikan #SuratCintaKu oleh seorang inspiration seperti dirimu Mi, ditambah lagi kita belum pernah bertemu. Terima kasih Umi, darimu aku punya keberanian ini, keberanian menulis di sini. Seperti yang pernah kubicarakan dulu, aku tidak pernah "PD" dengan setiap tulisan-tulisanku Mi, tapi Umi selalu meyakinkanku bahwa tak ada yang salah dengan menulis, dan tak ada alasan untuk tidak menulis. Selama kita mau terus belajar, kita pasti bisa. Satu hal lagi yang membuatku kagum padamu Mi, hijabmu Mi, iya, hijab panjang yang selalu kau kenakan, dan keteguhanmu untuk tetap sendiri demi jodoh dunia akhiratmu nanti. Aku doakan jodoh itu lekas datang ya Umi ^^.

Winny Zombie, Maskopicup, Bayu, dan Widi,
Ingatkah kalian kali pertama kita saling mengenal? Jika ingat, bisa bantu mengingatkannya padaku? ah, maaf jika aku melupakannya. Tidak bermaksud melupakan, aku hanya seseorang yang memang sangat-sangat pelupa. Aku sangat-sangat berterima kasih, karena kalian mau mengenalku dan berbagi tawa bersamaku. Sajak-sajak kalian, aku pun begitu menyukainya. Kalian, bersama umi Yani dan kak Na mengajarkan aku membaca tawa dalam tetes air mata, dan dari kalian pula aku belajar menulis sajak, meski sajakku tak sehebat sajak-sajak kalian.

Tante Mel dan Dika,
Aku masih ingat, kali pertama tante Mel menyapaku di Timeline. "Ialah aku. Perindu yang mematikan paksa rinduku. ~@Rdiand" begitulah kira-kira. Awalnya aku hanya tahu tante Mel adalah teman kak Na, karena saat itu aku melihatmu ada dalam daftar followingnya kak Na. Tapi ternyata kau lebih dari itu Mel, kau dan juga Dika, ternyata kita berasal dari propinsi yang sama meski berbeda kota. Lagi-lagi kak Na, lewat #CoffeeBar mengenalkan aku pada sesuatu yang hebat, pada kalian, iya kalian sesuatu yang hebat, yang juga mampu membuatku tak hanya mengeja tawa, melainkan membaca tawa dalam tetes air mata. Sajak kalianpun tak kalah hebatnya dari #kuncen #CoffeeBar lainnya.

Vitri,
Sama seperti umi Yani, kak Na dan lainnya. Awalnya akupun tidak percaya bahwa kamu adik kandung Maskopicup, secara kalian benar-benar berbeda. Jelas beda donk ya, masmu kan laki-laki dan kamu perempuan, hehehe. Terlepas dari itu, kalian memang bebeda Vitri, kalian tidak mirip, itu sih alasan sebenarnya. Maaf ya, aku sempat iri dengan keakraban kalian sebagai saudara, sebab aku tidak pernah merasakan semua itu. Oya, kita juga belum saling mengenal lebih dalam, bahkan kurasa kita belum pernah saling menyapa. Tapi aku suka kamu vit ^^.

Iya, seperti itulah kalian 9 #kuncen #CoffeeBar di mata dan hatiku. Terima kasih, kalian telah hadir mengenalkanku pada banyak hal dan mengajarkanku membaca tawa dalam sepi yang saat itu meraja dalam hati. Mungkin aku jarang ikut serta dalam obrolan kalian, tapi sedikit banyak aku selalu menyimaknya. Dan maaf jika ada kata-kataku yang tanpa sadar menyakiti hati kalian ya, aku tidak pernah bermaksud. Aku sayang kalian semua.

Dan yang terakhir, kamu Skand,
Jangan marah apalagi cemburu pada mereka ya, kamu tetap yang pertama dalam hatiku, dan yang pasti kamu tetap satu-satunya pemilik cintaku. 9 #kuncen #CoffeeBar ini adalah orang-orang hebat yang mengajarkanku hal-hal hebat pula. Aku akan senang jika kau bisa  mengenal dan menerima mereka Skand. Dan kuharap, kamu jangan membuatku merasa kehilangan lagi ya, jika kau kembali ingin menghadirkan jarak, bawa aku turut serta di dalamnya, aku benci LDR Skand.

0 Response to "9 #kuncen #CoffeeBar dan Pemilik tetap Cinta(ku)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...