Sajak Haiku
HAIKU. Pertama aku dengar kata itu, dalam hati aku langsung berucap "wah ini pasti tentang jepang". Dan benar sekali, haiku adalah sajak yang berasal dari jepang. Awalnya aku tidak tertarik sama sekali. Bahkan ketika seorang temanku membahas soal "Haiku", aku memilih untuk tidak ikut serta dan memilih diam saja. Sampai pada suatu hari, aku bersama orang terdekatku pergi ke sebuah toko buku. Di sana aku menemukan sebuah buku berjudul "Danau Angsa".Yang membuat aku tertarik dengan buku itu bukanlah judul apalagi isinya, akan tetapi aku tertarik dengan sampulnya. Iya, sampulnya. Aku memang salah satu orang yang menilai suatu buku lewat sampulnya. Tapi, itu bukan satu-satunya cara aku menilai sebuah buku. Hanya saja untuk buku-buku yang aku tidak tau aku selalu memilihnya lewat sampul terlebih dahulu, baru kemudian melihat isi buku tersebut. Balik lagi ke soal "Haiku". Iya, buku Danau Angsa tersebut ternyata berisi antologi 500 Haiku dari komunitas Danau Angsa. Awalnya aku ragu untuk membeli buku itu, akan tetapi setelah aku berkeliling dan hampir tertarik untuk mengambil buku puisi lain dan meninggalkan Danau Angsa tersebut, pada akhirnya aku memilih antologi haiku tersebut untuk kubeli.
Sesampainya di rumah dan setelah aku membaca beberapa sajak "Haiku" dari komunitas Danau Angsa, aku seperti menemukan sesuatu yang entah itu apa tapi aku begitu menyukainya. Sepertinya aku jatuh cinta pada haiku. Sajak-sajak tersebut begitu...ahh entahlah, rasanya begitu sulit untuk digambarkan. Rasanya aku begitu ingin menulisnya. Pertama kali aku mencobanya aku merasa begitu kesulitan. Sampai akhirnya aku memulainya dengan mencoba memahami terlebih dahulu apa itu "Haiku". Dan dari buku Danau Angsa jugalah aku tahu, bahwa haiku tidak hanya soal sajak trdisional dari jepang saja. Akan tetapi Haiku merupakan sajak yang terdiri dari 3 bait dan terdiri dari 17 suku kata dimana sajak Haiku ini memiliki pola 5-7-5. Dan yang terpenting lagi, sajak Haiku ini berkaitan denga musim.Meskipun aku telah mencoba memahaminya, aku masih tetap saja merasa kesulitan. Dan ini merupakan sajak Haiku yang telah coba untuk kubuat. Awalnya, aku tidak "PD" untuk memposting Haiku buatanku ini. Sampai akhirnya di sebuah akun puisi ternama @bait_puisi mengadakan tema malam dengan hastag puisihaiku, saat itu lah aku mencoba memberanikan diri untuk meposting Haiku buatanku dan sampailah aku mepostingnya di blog ini.
PEMILU
Tahun pemilu
Nyanyian janji merdu
Semua semu.
PUNGGUK DAN BULAN
Di langit malam
Pungguk rindukan bulan
Cinta hayalan.
DEBU
Temaram lampu
Hias malam berdebu
Bulan cemburu
MALAM
Penghujung senja
Punggung mencuri bulan
Malam Menghilang.
RANTING PATAH
Desau angin
Gugurkan daun kering
Patahlah ranting.
HAIKU HUJAN DAN BANJIR
Musim penghujan
Jalan penuh genangan
Tikus sok pusing
Sumur resapan
Digagas untuk hujan
Sakunya banjir
Tak ada beras
Sawah habis tenggelam
Tikus tak lapar
Itulah beberapa Haiku yang coba kutulis. Jika masih kurang pemaknaanya, aku harap bisa diwajarkan ya, buahahaha. Soalnya aku juga masih belajar, hihihih. Salam kata^^.
0 Response to "Sajak Haiku"
Post a Comment