aku ingin menjadi randa tapak dengan kau sebagai satu-satunya tanah yang tersisa.

tidak ada siang yang lebih indah. kecuali desau angin yang terus bernyanyi dan mengajak dedaunan menari. pun tidak ada pagi yang lebih indah kecuali decitan burung yang menciptakan irama cinta bagi embun dan daun. 

lalu bagaimana dengan malam? 

malampun tidak akan indah. kecuali, deretan rasi-rasi bintang yang berkelap kelip terseyum meski sepi tanpa kunang yang menari. 

jika begitu, kesedihan tentu tentang siang tanpa desau angin. pagi yang sunyi bagi daun dan embun pagi. dan malam, tanpa kerlip bintang pun kunang-kunang.

tidak. itu bukan kesedihan. itu hanya kesepian.

lalu kesedihan itu seperti apa?

kesedihan ialah ketika desau angin membawamu kepada begitu banyak tanah. tapi, sekalipun kau tak diinginkan pemiliknya. 

kenapa? 

karena kau adalah randa tapak. yang baginya kau hanya perdu liar tak berguna. hanya merusak indahnya saja.

lalu jika randa tapak itu adalah dirimu, apa yang akan kau lakukan?

aku akan tetap tumbuh. subur dan kembali berbunga. dan sebelum desau angin kembali menerbangkanku, aku ingin kau menjadi satu-satunya tanah yang tersisa dan tidak ada pemiliknya. 

0 Response to "aku ingin menjadi randa tapak dengan kau sebagai satu-satunya tanah yang tersisa."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...