Rindu (Ocehan dua insa yang tak ingin saling melepaskan) Kita
Kau candu.
Kebahagian dalam potret kenangan itu,
mencipta simpul di bibir yang kau bilang ranum.
Di atas senyum simpulku
Bulir air jatuh, membasahi pipiku yang memerah seperti jambu.
Kau menyebutnya sebagai tangisan.
Tak apa, lagi pula aku menangis bukan karena aku membenci
Bukan pula karena aku dendam ataupun sakit hati.
Aku menangis karena aku sedang merindu.
Rindu dengan semua masa indah yang menyatukan kita
Rindu..rindu.
Rindu yang dengannya aku memanggilmu
Karena disetiap rindu yang aku rasakan,
hanya dirimu yang diingat oleh otakku.
Ingin rasanya, disetiap aku merindu selalu ada kamu disampingku.
Hanya dengan cara itu, rinduku sedikit berkurang tapi tidak pernah menghilang

0 Response to "Rindu (Ocehan dua insa yang tak ingin saling melepaskan) Kita"
Post a Comment