Pernikahan

Menurutku dan bagiku dalam pernikahan yang berat itu bukan 5 tahun pertama. Tapi setelah 5 tahun. Karena 5 tahun pertama …

Gerimis Terakhir

Pada tangkai-tangkai rumput yang basah, aku ingin mengukir namamu sebagai kebahagiaan. Meski gerimis yang datang, menjadikan per…

Rasaku

Aku benci pada apa saja yang meniadakan kamu di dalamnya Membuatku kelu, beku dalam kehilangan  yang berulang-ulang kali dalam se…

Mencintaimu

Seumpama kau adalah pungguk Mencintaimu aku akan menjadi dahan Dengan tabah menopangmu di atas tubuhku yang kerap patah Meski ken…

kotak tanpa warna

pernahkah kau merasa ada pada titik yang membuatmu terdiam dalam gejolak hati yang tak mampu kau bungkam? berada dalam keadaan di…

Aku

akulah buku, yang telah menyerahkan setiap lembarnya untuk kau gores dengan tinta yang kau punya. sebagai apa kau kuingat, tergan…

Kembar Siam

Cinta. Luka. Dua hal berbeda namun begitu akrab bersandingan. Lahir bersama. Mereka kembar siam. Setidaknya itu menurutku. Bagaim…

Mengoyak Luka

Kembali ke kota itu Bak berdiri di hamparan tanah tanpa melihat apa apa. Hanya ada karbondioksida yang tersisa Hujan es tiba tiba…

Pengakuan

(jelang kepergian) Aku lebih sering terbangun dalam pejam secara diam-diam. Meneteskan air mata sebab akulah si lemah yang tak pe…

Cambuk Rindu

Saat  seperti ini Aku tidak tahu harus bicara pada siapa. Kepadamu? Itu tentu hanya akan mencipta luka baru di dadamu. Kepadaku? …