Rasaku
Aku benci pada apa saja yang meniadakan kamu di dalamnya
Membuatku kelu, beku dalam kehilangan yang berulang-ulang kali dalam setiap waktu
Kau bisa sebut aku peminta tak tahu malu
Pengemis ulung atau apapun itu
Selagi kau nyata di sampingku
Semua sebutan itu tak ubahnya hembusan angin lalu bagiku
Datang lalu pergi tanpa pernah meninggalkan bekas sedikitpun
Ketiadanmu kerap mencipta luka di hatiku
Semisal kau adalah senja, aku rela tak pernah ada malam yang tercipta
Asal semburat jinggamu bisa tetap kunikmati setiap waktu.
Hati menuntunku membaca sebuah rasa
Mengeja huruf demi huruf dalam debar yang nyata
Debar yang terus saja mencari bayang
Meski luka kerap datang dan mengusirnya pulang
Sebuah rasa tapi rupa-rupa
Berkomposisikan luka, benci dan air mata
Perlahan bibirku melontarkan kata tanpa terbata
Rindu.
Iya, ini adalah rindu
Rasa yang selalu ingin ada kamu setiap waktu
Nyata, selamanya tanpa jeda waktu.
0 Response to "Rasaku"
Post a Comment