Aku,DIA dan Mereka
Berjalan terus dan tanpa henti,,aku ingin mampu menjadi seperti itu. Meskti ada segudang masalalu yang mungkin akan sangat melelahkan jika aku memikirkannya, tapi aku tak ingin itu semua menghentikan aku di sini. Aku hidup di dunia ini tidak dan bukan sendiri. T api bersema DIA dan mereka. DIA yang slalu ada di hatiku, yang tak kan pernah meninggalkanku meski aku sering meninggalkanny. Dan mereka yang mungkin sering tak ku dengarkan kata-katanya, tapi mereka tak pernah letih untuk terus berkata-kata denganku. DIA adalah tuhanku ; Allah swt. Dan mereka adalah kedua orang tuaku, sahabatku, teman-temanku dan engkau yang slalu menggenggam tanganku meski tak slalu dengan nyata untuk saat ini.

terkadang aku suka merasa hatiku resah tak menentu. Sedih tanpa sebab yang ku tau, dan takut
aku tak mampu menemukan jalan untuk terus melangkah agar aku tak berhenti di sini. Bukan aku tak percaya dengan semua yang saat ini aku rasa. Tapi entah kenapa, bayangan takut kehilanganmu selalu ada di sini ; di dalam otakku. Aku hanya mampu menghela nafas dan memejamkan mata, lalu melihat langit sambil berkata dalam hati "Tetaplah engkau berada di sini, bersamaku dan slalu menggemgam tanganku serta menjaga hatimu untukku. Takkan lelah aku menunggumu selama kau masih tetap berada disini untukku. Dan tuhan, izinkan kami untuk tetap bersama melewati hari yang telah engkau berikan kepada kami,,"
Tak jarang, menetes sesuatu yang bernama airmata saat aku merasakan semua ini. Merasa diri ini begitu kerdil dan terfikir olehku apa aku akan terus hidup seperti ini ?? terus dihantui ketakutan yang tak seharusnya ini. Mungkin aku harus belajar pada apa yang pernah ku baca pada kata yang terukir dalam buku yang tersusun rapi di kamarku,,"the WISDOM OF AL-HAKIM AL- TIRMIDZI". Sepenggal kalimat yang dapat ku kutip dari buku itu,,
Jika kita tanya jiwa, "wahai jiwa, mengapa kamu resah?" jiwa menjawab, "Karena aku selalu membutuhkan sesuatu. Aku diciptakan penuh keresahan, punya syahwat, tidak bisa melihat tempat rezeki, tidak tahu kapan akan diberi, tidak tahu berapa akan didapat, dan tidak tahu bagaimana cara rezeki sampai kepadaku." Katakanlah kepada Jiwa :
"wahai jiwa,jika engaku beriman kepada Allah, perkataan, janji dan jaminan tuhan pencipta alam semesta seharusnya lebih membuatmu yakin dari pada sesuatu yang kau lihat di alam nyata, sebab penglihatan bisa salah dan menipu,......."
Yaah,,mungkin itulah penyebab kenapa hatiku sering merasa begitu resah. Mungkin aku harus lebih belajar yakin kepada apa yang aku rasa dan impikan. Serta yakin bahwa allah punya janji dan rencana baik untukku. Dan aku juga harus belajar lebih mengendalikan jiwa yang slalu membutuhkan sesuatu ini. Yang aku tau saat ini dan aku yakini, bahwa kau tercipta untukku, untuk diriku, untuk hatiku, dan hidupku. Terima kasih tuhan, karena Engkau telah mengirimkannya untukku di sini. Dan aku pun sebagai seseorang yang memang diwajibkan untuk meminta kepada-Mu, aku meminta dan aku ingin engkau tak hanya mengirimkannya untukku disini, tapi juga di sana, di tempat aku bisa bertemu denganmu tuhan,, ^_^.


0 Response to "Aku,DIA dan Mereka"
Post a Comment