Bongkahan Rasa
Sebongkah rasa dan rindu dihatiku.
Semoga saja
Yaahh, semoga saja engkau mengerti rindu ini.
Semoga kau mengerti sepi ini.
Rinduku tertahan di sudut sepi,
rinduku terpojok di sudut sunyi.
Yaahh,,sunyi.
Meski aku telah riuhkan suasana di sekitar
dengan semua suara yang ada,
tapi tetap saja, masih sunyi dan sepi yang kurasa.
Tak pernah kurasakan sebelumnya,
tapi kini, aku seakan dipaksa oleh keadaan untuk merasakan semua ini.
Yaahh, mungkin memang aku harus terbiasa.
Bukan aku tak mau mengerti.
Hanya saja, aku tak ingin terbiasa dengan semua ini.
Kala senja mulai beranjak untuk meninggalkan aku di tempat tersudut ini,
saat itulah aku mulai semakin tersudut di tempat sunyi dan sepi ini.
Dengan segala daya yang kupunya
Kutahankan rindu ini
Kutahankan rasa ini
Ku tahankan jeritan ini
Kutahankan tangisan ini, keluhan ini
Dan kutahankan semua peraasaan yang aku tak mengerti ini.
Untukmu, untuk mengerti dirimu.
Aku.
Meski hatiku terasa begitu sesak,
aku tetap mencoba untuk bersabar dengan semua ini.
Mencoba untuk menjadi biasa dalam seglanya.
Tapi, ketika aku teringat akan drimu,
akan kisahmu, seketika dadaku terasa sesak
Sungai di mataku serasa ingin meluap.
Tapi seketika itu juga, bendungan terbangun dengan sendirinya.
Kau tau,
betapa sesaknya hati ini, ketika ingin menangis tapi kenyataannya tak bisa menangis ??
Kurasa kau tau.
Aku tak tau perasaan seperti apa yang sebenarnya bersemayam dalam hati ini
Jeritan apa yang sebenarnya tertahan di tenggorokanku ini
Aku tak tau.
Tapi yang aku tau saat ini ada dalam hatiku adalah sunyi,
sunyi, sepi dan sendiri.
Aku ingin kau cepat kembali dalam senja, malam, dan fajar disetiap hariku.
Semoga saja
Yaahh, semoga saja engkau mengerti rindu ini.
Semoga kau mengerti sepi ini.
Rinduku tertahan di sudut sepi,
rinduku terpojok di sudut sunyi.
Yaahh,,sunyi.
Meski aku telah riuhkan suasana di sekitar
dengan semua suara yang ada,
tapi tetap saja, masih sunyi dan sepi yang kurasa.
Tak pernah kurasakan sebelumnya,
tapi kini, aku seakan dipaksa oleh keadaan untuk merasakan semua ini.
Yaahh, mungkin memang aku harus terbiasa.
Bukan aku tak mau mengerti.
Hanya saja, aku tak ingin terbiasa dengan semua ini.
Kala senja mulai beranjak untuk meninggalkan aku di tempat tersudut ini,
saat itulah aku mulai semakin tersudut di tempat sunyi dan sepi ini.
Dengan segala daya yang kupunya
Kutahankan rindu ini
Kutahankan rasa ini
Ku tahankan jeritan ini
Kutahankan tangisan ini, keluhan ini
Dan kutahankan semua peraasaan yang aku tak mengerti ini.
Untukmu, untuk mengerti dirimu.
Aku.
Meski hatiku terasa begitu sesak,
aku tetap mencoba untuk bersabar dengan semua ini.
Mencoba untuk menjadi biasa dalam seglanya.
Tapi, ketika aku teringat akan drimu,
akan kisahmu, seketika dadaku terasa sesak
Sungai di mataku serasa ingin meluap.
Tapi seketika itu juga, bendungan terbangun dengan sendirinya.
Kau tau,
betapa sesaknya hati ini, ketika ingin menangis tapi kenyataannya tak bisa menangis ??
Kurasa kau tau.
Aku tak tau perasaan seperti apa yang sebenarnya bersemayam dalam hati ini
Jeritan apa yang sebenarnya tertahan di tenggorokanku ini
Aku tak tau.
Tapi yang aku tau saat ini ada dalam hatiku adalah sunyi,
sunyi, sepi dan sendiri.
Aku ingin kau cepat kembali dalam senja, malam, dan fajar disetiap hariku.

0 Response to "Bongkahan Rasa"
Post a Comment