Resah Kala Pagi Menjelang

Apa sih,,?? Kenapa sih,,?? Gag pernah nyoba ngerti aku  ?!! gimana rasanya ada di posisi aku  ?!! sedikit aja !! jangan terlalu asik dengan fikiran dan ego kamu itu !!

Kalimat itu berpuluh kali berputar-putar di kepala mila. Seorang gadis belia yang biasa ceria kini sedang asik bersama lamunannya. Lagu yang menjerit-jerit dari mp3nya  pun tak di hiraukannya. Seolah-olah hanya sebagai angin sepoy  yang sebenarnya pun tidak bisa menyejukkan telinga apa lagi hatinya. Menetes, tanpa disadarinya bulir air menetes dan dari kelopak matanya. Hati mendorongya untuk menangis meski tak disadari oleh otaknya. menangis, terus saja menangis.
  
"Kamu tau gag gimana sayangnya aku ke kamu ?? Gimana cintanya aku ke kamu ??  Aku tu sangat sangat dan sangat sayang dan cinta sama kamu !! Tau gag sih ??  Kalo dibilang gag tau itu gak mungkin !! karena apa ?? karena kita tu dah selama ini sama-sama. Tapi kenapa sih sedikit aja gak bisa ngerti aku  ?? jangan terus asik dengan fikiran dan egomu !! Aku tu sayang kamu, tapi jangan giniin aku terusss!!"

Arrrghhhhhhhhhh..menjerit tapi tertahan di pita suaranya. Mila pun menghempaskan diri diatas tempat tidurnya dengan airmata yang masih terus mengalir. Apa yang salah ?? Apa yang kurang dariku  ??Kembali mila dihujam pertanyaan yang datang dari dirinya sendiri. Pertanyaan yang membuatnya semakin pusing. Mila menutup seluruh muka dengan bantal yang slalu
menjadi alas kepalanya saat tidur. Berharap gelap dapat membuatnya berhenti merasakan sesuatu yang tak ia mengerti tetapi slalu betah berada di dalam dirinya.

"Satnite,,kenapa satnite ku sering sekali seperti ini ?? Kenapa begitu sering ku lewati dengan keadaan seperti ini,,????????"

Mila mulai tersadar dari lamunan yang begitu menyiksa. Lagu "Eren feat Jay- Tak bisa tanpamu" melepaskannya dalam lamunanya, tapi membuatnya semakin deras meneteskan air matanya. Lagu itu, sama seperti yang ia rasakan. Dia merasa tak bisa hidup tanpa lelaki yang membuat ia menangis malam ini.

Ia merasa begitu lemah malam ini. Tapi mila tak mampu mengembalikkan, apalagi merubah malam ini menjadi lebih indah. Hanya berteman air mata, lagu yang terus mengalun, dan kenangan indah yang terus bermain di kepalanya. Hanya dengan itu saja sepertinya mila akan melewati malam ini. Malam panjang yang begitu kelabu. Ia butuh pundak untuk meredam semua gundah dan tangisnya. Kemana ?? pundak siapa  ?? Lelaki yang membuatnya menangis kini mungkin telah lelap tertidur dalam mimpi indah yang membuat hati mila semakin terasa perih dan ingin menjerit.

" Bayangkan bila saja aku tak disampingmu lagi,,apakah kau akan cari yang lain penggantiku,,
Bayangkan bila saja kamu hidup tanpa diriku,,,apakah kamu sanggup dan bahagia tanpa aku,,
Jujur aku tak bisa,,hidup tanpa dirimu,,hanya kamu cintaku,,selamanya,,kamu tak tergantikan walaupun kematian memisahkan kita,,cinta kita abadi,,



Mila semakin tenggelam dalam lamun berderai airmata. Mila tak tau harus berbuat apa. Ia hanya bisa dan hanya ingin menangis. Sesakit apapun, seperih apapun, lelaki itu tetaplah kekasihnya. Tetap seseorang yang takka pernah bisa ia tinggalkan. Mila punya sejuta maaf untuknya. Maaf yang takkan pernah habis.

"Wanita emang gag punya banyak hak untuk bicara. Dituntut  untuk selalu patuh dan percaya sama hati yang udah jadi pilihannya. berdebat gag akan pernah ada gunanya. Hal itu sebisa mungkin pasti bakal di hindari. karena apa ?? Karna dia tau, lelaki punya sejuta alasan untuk menjawab dan membantahnya. Dia begitu tau bahwa dia akan kalah dan harus mengalah. berfikirlah hai kalian kaum lelaki . Bagaimana sulitnya ketika wanita melawan rasa atas fikiran kalian yang penuh dengan rasio???  Kami tidak meminta banyak, cukup dengan kalian posisikan diri pada keadaan kami. Dengan cara menilai kami. Dengan megguanakan perasaan. Sepenuhnya dengan perasaan. Wanita itu sensitif. Tapi meski demikian, di hatinya terdapat penuh kata maaf dan memaafkan. Tapi, bukan berarti kalian berhenti untuk menjaga hatinya. Karena jika itu terjadi, maka kalian akan menjadi penghancur bagi mereka. Dengarkan ingin mereka melalui pemikiran hati dan perasaannya. "

" hapus air matamu,,aku tak ingin kau menangis lagi sayang,,yakinkan hati,,diantara resahmu,,diriku takkan memilih meninggalkanmu,,sekian waktu bersama,,tak mudah tuk menepis semua kenyataan,,kita berbeda,,jalani keyakinan tapi kau yang ku inginkan dari segalanya,,setiap rinduku,,hanya memanggilmu,,kuyakin kau pun mengerti,,ku tak ingin menanggalkan hati,,sayangku,,dengarkan aku,,tak mungkin ku melepasmu,,kan ku pertahankan,,kau cintaku,,dan semua air matamu yang berarti di hidupku,,selalu,,"

 


Kini mila merasa resah menunggu pagi. Pagi yang akan menjawab semuanya. Pagi yang mungkin akan menghapus air mata dan membuatnya kembali ceria. Mila akan terus menunggu pagi. Dengan mata terpejam meski ia tak tidur. Dengan mata basah karna ia masih terus saja menangis.

Mila kini meraih mp3nya dan hanya memutar satu lagu. Satu lagu yang dulu sering kali dinyanyikan oleh lelaki yang membuatnya menangis malam ini. Lagu yang saat ini sangat amat jarang bahkan nyaris tak pernah ia dengar lagi darinya.

"ketika kau tertawa,,ku pandang dengan pasti oohh dirimu menarik hatiku,,dan biarkan ku menatapmu dengan perasaanku yang menggebu,,tiada henti,,andaikan engkau mengerti perasaanku saat ini,,,namun engkau tak mengerti itu,,"


Dengan lagu ini mila berharap, a dapat tertidur meski harus dengan air mata yang terus berderai. Ia berharap dengan lagu ini pagi akan segera datang menjelang dan menjadi pundak untuknya bersandar. Serta dapat menghapus semua kesedihan dan mengembalikan semua seperti dulu. Saat dulu, saat lagu ini masih sering ia dengar dari hati dan diri seorang lelaki yang akan selalu ada di hatinya sampai kapanpun.


0 Response to "Resah Kala Pagi Menjelang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...